Breaking: Israel Klaim Bunuh Tangan Kanan Ali Khamenei dalam Serangan ke Teheran

Breaking: Israel Klaim Bunuh Tangan Kanan Ali Khamenei dalam Serangan ke Teheran

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini - Israel mengklaim telah membunuh Jenderal Ali Shadmani, kepala Markas Pusat Khatam al-Anbiya yang berada di bawah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), dalam sebuah serangan yang menargetkan ibu kota Iran, Teheran.

Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebut Shadmani sebagai “komandan militer paling senior Iran” dan “orang terdekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.”

Kabar ini disampaikan Al-Jazeera, Selasa 17 Juni, dan pihak Iran belum memberikan komentar resmi mengenai klaim tersebut.

Diketahui, Ali Shadmani belum lama menjabat kepala Markas Khatam al-Anbiya. Dia naik jabatan menggantikan pendahulunya, Jenderal Gholam Ali Rashid, yang juga dilaporkan dibunuh oleh Israel dalam serangan pada Jumat sebelumnya.

Siapa Ali Shadmani?

Letnan Jenderal Ali Shadmani merupakan salah satu tokoh militer paling berpengaruh dalam struktur pertahanan Iran.

Sebelum menjabat sebagai kepala Markas Pusat Khatam al-Anbiya, ia dikenal sebagai Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, serta pernah memimpin sejumlah operasi strategis di bawah komando IRGC.

Lahir pada 1950-an di provinsi Kermanshah, Shadmani telah terlibat dalam berbagai operasi militer penting sejak masa Perang Iran-Irak (1980–1988).

Ia juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan lingkaran dalam Ayatollah Khamenei, dan disebut-sebut memainkan peran dalam pengembangan doktrin pertahanan asimetris Iran serta pengaruh militer Iran di kawasan Timur Tengah.

Markas Khatam al-Anbiya sendiri merupakan unit militer strategis yang bertanggung jawab atas koordinasi operasi gabungan militer dan pengembangan sistem pertahanan nasional Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, posisi ini dianggap sangat vital dalam menghadapi ancaman eksternal, terutama dari Amerika Serikat dan Israel.

Ketegangan Kian Meningkat

Pembunuhan dua pejabat tinggi IRGC dalam waktu kurang dari sepekan memperlihatkan eskalasi tajam dalam ketegangan antara Israel dan Iran. Langkah ini kemungkinan besar akan memicu respons balasan dari pihak Iran, mengingat sensitivitas posisi militer yang disasar.

Israel sendiri belum mengungkap detail teknis dari operasi tersebut, termasuk bagaimana serangan dilakukan di jantung ibu kota Iran yang dikenal memiliki pertahanan udara ketat.

Situasi ini menambah babak baru dalam konflik diam-diam antara kedua negara, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dalam bentuk serangan siber, sabotase, hingga pembunuhan tokoh-tokoh penting. Dunia kini menanti bagaimana Iran akan merespons klaim ini dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.