Terkini - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) dan PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) telah mendapatkan restu dari para pemegang saham dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melanjutkan proses penggabungan usaha.
Adira Finance akan menjadi entitas penerima merger, yang ditargetkan efektif berlaku mulai 1 Oktober 2025.
Merger ini diyakini akan menciptakan sinergi kuat antara dua entitas pembiayaan besar, memperluas jangkauan layanan, memperkuat daya saing di pasar, serta mempercepat inovasi digital di sektor keuangan.
Tak hanya itu, penggabungan ini juga menjadi langkah konkret dari strategi jangka panjang Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG) bersama anak usahanya MUFG Bank, Ltd., yang sebelumnya telah mengakuisisi 80,6% saham Mandala Finance senilai Rp7 triliun pada Maret 2024.
Hingga 28 Agustus 2024, MUFG Bank telah meningkatkan kepemilikannya di Mandala menjadi 89,26%, sedangkan Adira Finance tetap memegang 10% saham. Dengan dukungan PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai pemegang saham pengendali Adira Finance, penggabungan ini menjadi bagian dari penguatan integrasi grup keuangan MUFG di Indonesia.
Langkah Strategis Menuju Transformasi
Yasushi Itagaki, Group COO-I MUFG, menyebut persetujuan merger ini sebagai bentuk komitmen jangka panjang MUFG untuk mendukung pertumbuhan inklusif sektor keuangan di Indonesia.
“Integrasi Adira dan Mandala akan memperluas akses layanan pembiayaan, memperkuat operasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Itagaki.
Senada, Direktur Utama Bank Danamon, Daisuke Ejima, menegaskan bahwa merger ini akan memperkokoh ekosistem keuangan MUFG di Indonesia.
“Adira Finance pasca-merger akan memperkaya solusi finansial holistik dari Grup MUFG, demi melayani masyarakat lebih baik,” ungkapnya.















