Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyatakan bahwa sinergi ini akan menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
“Kami optimis penggabungan ini membawa dampak positif bagi pelanggan, karyawan, dan seluruh mitra usaha kami.”
Sementara itu, Direktur Utama Mandala Finance, Danny Hendarko—yang saat ini masih dalam prosesfit and proper testoleh OJK—mengungkapkan keyakinannya bahwa semangat dan nilai-nilai Mandala Finance akan tetap hidup dalam entitas baru.
Manfaat Nyata bagi Semua Pihak
Merger ini bukan sekadar integrasi bisnis. Bagi konsumen, akan hadir layanan pembiayaan yang lebih luas, terintegrasi, dan berfokus pada kebutuhan pelanggan. Bagi karyawan, merger ini membuka peluang pengembangan karier dan budaya kerja yang semakin kolaboratif. Sedangkan bagi mitra usaha dan pemegang saham, merger ini memperkuat daya saing dan fondasi bisnis jangka panjang.
Dengan lebih dari850 jaringan bisnisdi seluruh Indonesia dan melayani lebih dari2,6 juta pelanggan aktif, Adira Finance hasil merger akan mengelola aset senilaiRp38,4 triliun, dengan total pembiayaan lebih dariRp62 triliun. Sinergi ini menempatkan Adira Finance sebagai salah satu pemain utama industri pembiayaan nasional.
Transisi Terencana, Komunikasi Terbuka
Menjelang tanggal efektif penggabungan, kedua perusahaan akan melakukan integrasi layanan dan sistem secara bertahap untuk memastikan transisi yang mulus dan berkelanjutan. Informasi terkait proses merger akan terus disampaikan secara transparan melalui situs resmi dan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
Merger ini menandai langkah penting menuju masa depan industri pembiayaan yang lebih inklusif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Indonesia.















