Kongkalikong Proyek MBG, Ustaz Das'ad Ingatkan Doa Fakir Miskin yang Teraniaya

Kongkalikong Proyek MBG, Ustaz Das'ad Ingatkan Doa Fakir Miskin yang Teraniaya

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

“Dari curhat yang saya dengar, yang sampai ke masyarakat paling banyak Rp6.500.”

Ia kemudian membeberkan contoh mekanisme yang menurutnya sudah menjadi rahasia umum.

“Misalnya nih, saya anggota dewan, dapat jatah 5.000 porsi. Ndak mungkin saya kerja, maka saya kasih kerja orang lain. Kau yang kerja, bikin dapur modal miliaran pasti. Yang 5.000 nda mungkin saya kasih gratis. Ada toh yang kudapat, minta mi Rp1.000–1.500.”

Belum selesai di situ.

“Yang dikasih 5.000 nda mungkin kerja semua. Dia kasi juga ke penelola lain. Ambilko 2.500 (porsi), tapi minta jatah Rp2.000. Ada namanya ‘uang lewat’. Mau tong untung, akhirnya yang sampai Rp6.500 untuk per porsi makan bergizi gratis.”

Di titik ini, nada Ustaz Das’ad memberi peringatan bernuansa ancaman spiritual.

“Dengar ini pengelola, dengar pak. Ada doa yang makbul. Salah satu doa yang paling makbul adalah doa kaum fakir miskin yang teraniaya.”

Ketika Kontrator Jalan dan Jembatan Garap Bisnis MBG

Ustaz Das’ad juga menyoroti fenomena masuknya kontraktor proyek jalan dan jembatan ke bisnis MBG. Menurutnya, ini bukan kebetulan, melainkan akibat dari relasi kekuasaan dan kepentingan politik.

“Kenapa banyak kontraktor proyek jalan jembatan masuk ke dunia MBG ini? Mereka bilang efek efisiensi, ustaz. Tidak ada pembangunan infrastruktur, sementara ada pegawai mau dikasih kerja, dikasih makan.”

Ia bahkan menyebut adanya tekanan dari perbankan dan jejak politik masa lalu.