“Ada ini bank yang mengejar kita. Nah, ada proyek makan gratis. Eh ada tim sukses, kami ini tim sukses dulu.”
Bagi Ustaz Das’ad, masalah utamanya bukan sekadar uang, tetapi salah kaprah dalam memandang MBG.
“Bayangkan pak, dari pengusaha kontraktor jembatan, tiba-tiba ngurus makanan. Ini salah memang ini pak.”
Ia mengingatkan sabda Nabi Muhammad SAW dengan nada yang nyaris seperti vonis.
“Kan Nabi bilang, siapa yang diberikan pekerjaan tidak sesuai dengan keahliannya, tunggulah kehancurannya.”
Penutup peringatan itu menjadi garis tegas antara amal dan kehancuran.
“Prinsipnya, selama MBG ini dinilai sebagai proyek, maka tidak akan berhenti masalah. Tapi selama MBG ini dinilai sebagai ladang amal, berlomba-lomba dalam kebaikan, insyaallah akan menjadi solusi mencerdaskan kehidupan bangsa kita.”
Pesan Ustaz Das’ad Latif jelas dan tajam: jangan main-main dengan perut anak-anak dan doa orang miskin. Sebab, ketika MBG berubah dari amal menjadi proyek, yang datang bukan keberkahan—melainkan kehancuran.















