Pemerintah daerah mendorong investasi di sektor perikanan, terutama pembangunan cold storage dan industri pengolahan hasil laut agar nilai tambah tidak lari ke daerah lain.
Hilirisasi Kelapa dan Ekspor ke China
Di sektor perkebunan, Maluku Utara juga memiliki potensi besar pada komoditas kelapa. Saat ini sudah ada dua pabrik pengolahan kelapa yang beroperasi dan mengekspor produk turunan kelapa seperti kopra dan produk kelapa lainnya ke China.
Saat ini ekspor mencapai sekitar 300 kontainer per bulan, dan ditargetkan pada tahun 2027 setelah pabrik ketiga selesai, ekspor bisa mencapai 1.000 kontainer per bulan.
“Kami ingin memastikan pasokan bahan baku kelapa stabil, sehingga industri pengolahan kelapa bisa terus berkembang dan ekspor meningkat,” katanya.
Maluku Utara Pintu Gerbang Ekonomi Baru Indonesia Timur
Di akhir pemaparannya, Gubernur Maluku Utara menyampaikan bahwa selama ini Maluku Utara sering dianggap sebagai daerah jauh dan tertinggal. Namun kini pemerintah daerah sedang membangun citra baru bahwa Maluku Utara adalah pintu gerbang ekonomi baru Indonesia Timur.
Ia mengajak para pengusaha dan investor untuk datang dan berinvestasi di Maluku Utara, karena peluang usaha masih sangat luas di sektor peternakan, perikanan, perkebunan, dan industri pengolahan.
“Kami sedang mengubah branding Maluku Utara. Maluku Utara bukan daerah tertinggal, tetapi pintu gerbang ekonomi baru Indonesia Timur,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh saudagar dan pengusaha untuk bersama-sama membangun Indonesia Timur melalui investasi dan pengembangan industri di daerah.
“Kalau kita jatuh, kita bangkit lagi. Banyak contoh dari nol bisa menjadi sukses. Mari kita kompak membangun bersama dan maju bersama,” tutupnya.















