Satu kapal menjadi dua, dua menjadi beberapa, hingga akhirnya berkembang menjadi puluhan armada.
Bisnisnya tidak berhenti di situ. Ia kemudian mengembangkan usaha cold storage dan ekspor hasil laut hingga menembus pasar internasional.
Perjalanan yang dimulai dari kehidupan sederhana di Makassar itu akhirnya membawanya menjadi pengusaha besar di sektor perkapalan dan perikanan.

Sebuah perjalanan panjang yang dibangun bukan dari modal besar, tetapi dari kerja keras, keberanian, dan ketekunan.
Warisan Nilai, Bukan Warisan Kekayaan
Sherly mengakui dirinya tidak merasakan masa sulit seperti ayahnya. Ia lahir ketika kondisi ekonomi keluarga sudah jauh lebih baik. Namun, menurutnya, ayahnya tidak pernah mewariskan kemewahan sebagai pelajaran hidup, melainkan nilai dan prinsip.
Ia mengatakan, satu hal yang selalu diajarkan ayahnya adalah bahwa kesuksesan harus membawa manfaat bagi orang lain.
“Saya belajar dari papa saya bahwa untuk sukses kita harus bisa bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Kalimat itu kemudian menjadi prinsip hidupnya, baik sebagai pengusaha maupun sebagai kepala daerah.
Dari Cerita Masa Lalu ke Ajakan Masa Depan
Di forum saudagar Bugis Makassar itu, Sherly tidak hanya membawa cerita masa lalu keluarganya. Ia juga membawa ajakan untuk masa depan, khususnya untuk pembangunan Maluku Utara.
Ia mengajak para saudagar Bugis Makassar berinvestasi di Maluku Utara, terutama di sektor pangan, peternakan, perikanan, dan logistik.















