Menurutnya, peluang ekonomi di Maluku Utara masih sangat besar karena sebagian besar kebutuhan daerah masih dipasok dari luar daerah.
Kebutuhan daging ayam mencapai puluhan ribu ton per tahun, potensi perikanan bernilai triliunan rupiah, dan kebutuhan beras masih sangat besar. Semua itu, menurutnya, adalah peluang usaha yang terbuka lebar bagi para pengusaha.
Sherly juga mengingatkan bahwa hubungan Makassar dan Maluku Utara sebenarnya sudah terjalin sejak lama melalui jalur perdagangan dan pelayaran. Karena itu, ia melihat saudagar Bugis Makassar sebagai mitra alami untuk membangun ekonomi Maluku Utara.
Makassar, Kota Kenangan dan Jembatan Masa Depan
Bagi Sherly, Makassar bukan hanya kota tempat ayahnya lahir dan pernah hidup susah. Kota ini adalah bagian dari sejarah keluarganya, sekaligus jembatan untuk membangun kerja sama ekonomi di masa depan.
Dari sepiring nyuknyang yang dimakan saat hidup susah, hingga bisnis kapal dan ekspor internasional, perjalanan hidup Paulus Tjoanda menjadi bukti bahwa kesuksesan bisa lahir dari kesederhanaan, kerja keras, dan ketekunan.
Dan di kota yang sama, puluhan tahun kemudian, anak dari seorang anak Makassar itu kini berdiri sebagai gubernur membawa cerita masa lalu sekaligus menawarkan masa depan.















