“Jadwal perjalanan haji telah disusun secara terperinci mulai dari masuk asrama, pemberangkatan, puncak ibadah hingga pemulangan. Kami mengimbau jemaah untuk mempersiapkan diri, terutama menjaga kesehatan sebelum keberangkatan,” ujarnya.
Wukuf di Arafah, Puncak Perjalanan Spiritual
Memasuki akhir Mei 2026, seluruh jemaah haji akan bersiap menjalani puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah yang dijadwalkan pada 26 Mei 2026.
Inilah momen paling sakral dalam seluruh rangkaian ibadah haji, ketika jutaan umat Islam berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan bermunajat.
Sehari setelah wukuf, umat Islam merayakan Idul Adha pada 27 Mei 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian hari tasyrik hingga 30 Mei 2026. Pada masa ini, jemaah melaksanakan lontar jumrah di Mina serta menyelesaikan rangkaian ibadah haji lainnya.
Bagi banyak jemaah, fase ini menjadi momen paling melelahkan sekaligus paling berkesan dalam perjalanan haji.
“Puncak ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Karena itu jemaah diharapkan menjaga stamina dan kesehatan agar dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” kata salah satu penyelenggara haji.
Perjalanan Pulang: Membawa Gelar Haji
Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, perjalanan jemaah belum berakhir. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap mulai 1 Juni 2026 untuk gelombang pertama melalui Jeddah.
Sementara itu, gelombang kedua mulai dipulangkan dari Madinah pada 16 Juni 2026 hingga akhir Juni. Seluruh jemaah haji Indonesia dijadwalkan telah kembali ke Tanah Air paling lambat pada 1 Juli 2026.















