Selain masalah administrasi dan sanitasi, pemerintah juga menemukan sejumlah dapur yang menyajikan makanan tidak sesuai standar gizi dan kualitas selama pelaksanaan program MBG, termasuk yang sempat menjadi sorotan di media sosial.
“Selama Ramadan kemarin ada 62 SPPG yang menghasilkan menu kurang sesuai. Itu yang membuat ramai di media sosial, sehingga kita hentikan dulu supaya mereka memperbaiki diri,” ujarnya.
Penutupan Bersifat Sementara
Pemerintah menegaskan penutupan dapur MBG tersebut bersifat sementara dan operasional dapat kembali berjalan setelah seluruh persyaratan terpenuhi, termasuk dokumen sanitasi, standar higiene, serta fasilitas pengolahan limbah.
Evaluasi dan penertiban dapur MBG akan terus dilakukan mengingat program Makan Bergizi Gratis merupakan program nasional berskala besar yang menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Pemerintah berharap perbaikan standar operasional dapur dapat meningkatkan kualitas makanan, keamanan pangan, serta efektivitas program MBG dalam meningkatkan gizi masyarakat, khususnya anak sekolah dan kelompok rentan.














