“Guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya serta juga dirasakan kuat di Kota Ternate, yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah,” ujar Abdul Muhari melalui keterangan resminya.
BNPB mencatat gempa susulan terjadi setelah gempa utama, di antaranya magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB.
Gempa susulan berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan masyarakat di wilayah terdampak.
Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, BNPB juga mendeteksi gelombang tsunami kecil setinggi sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat dan 0,2 meter di Bitung.
“Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata Abdul Muhari.
Saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengakhiri peringatan dini tsunami di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah saat ini terus melakukan pendataan kerusakan, penanganan pengungsi, serta memastikan distribusi bantuan logistik berjalan lancar di wilayah terdampak gempa.
SEO Meta Tag
Title: Pasca Gempa M 7,6, BNPB Minta Status Tanggap Darurat Segera Ditetapkan
Description: BNPB meminta pemerintah daerah terdampak gempa Sulawesi Utara dan Maluku Utara segera menetapkan status tanggap darurat agar bantuan pemerintah pusat dapat segera disalurkan.















