BMKG Pantau Awan Cumulonimbus, Waspada Turbulensi dan Cuaca Ekstrem

BMKG Pantau Awan Cumulonimbus, Waspada Turbulensi dan Cuaca Ekstrem

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Selain wilayah dengan risiko tinggi, sebagian besar wilayah Indonesia juga masuk dalam kategori occasional dengan cakupan potensi awan Cumulonimbus sebesar 50 hingga 75 persen.

Wilayah tersebut mencakup hampir seluruh Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Tidak hanya di wilayah daratan, potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus juga terpantau di sejumlah jalur perairan strategis seperti Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Flores, Laut Maluku, Selat Makassar, Selat Karimata, serta wilayah Samudra Hindia dan Samudra Pasifik di sekitar Indonesia.

Kondisi ini berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran dan penerbangan karena awan Cumulonimbus dapat menimbulkan turbulensi, angin kencang, hujan lebat, serta gelombang tinggi di wilayah perairan.

Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, pohon tumbang, sambaran petir, dan angin kencang yang dapat terjadi akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus.

“Masyarakat diharapkan memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode 6 hingga 12 April 2026,” imbau BMKG.

Selain masyarakat umum, peringatan ini juga ditujukan kepada nelayan, operator kapal, maskapai penerbangan, serta masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.

Dengan meningkatnya potensi awan Cumulonimbus dalam sepekan ke depan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi penting untuk mengurangi risiko bencana akibat cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.