Ketua DPR Minta Penunjukan Komisaris BUMN Mengutamakan Kompetensi

Ketua DPR Minta Penunjukan Komisaris BUMN Mengutamakan Kompetensi

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, JakartaKetua DPR RI, Puan Maharani, meminta proses penunjukan komisaris di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengedepankan aspek profesionalisme dan kompetensi.

Menurutnya, jabatan strategis di perusahaan pelat merah harus diisi oleh individu yang memiliki kapasitas sesuai kebutuhan perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Puan usai mengikuti Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026), menyusul polemik yang berkembang terkait penunjukan komisaris di salah satu anak usaha PT Pertamina (Persero).

Puan menegaskan DPR mendukung proses pengangkatan komisaris BUMN yang dilakukan secara objektif dan berdasarkan kompetensi.

"Terkait dengan penetapan-penetapan komisaris, tentu saja kami DPR mendorong untuk bisa nantinya ditetapkan orang-orang yang profesional dan kompeten ke depannya," kata Puan Maharani.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai penunjukan Ginka Febriyanti Ginting sebagai Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang ritel energi.

Penunjukan itu menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Selain usianya yang masih 28 tahun, sejumlah warganet juga menyoroti latar belakang pendidikan serta pengalaman organisasi Ginka yang dinilai belum memiliki keterkaitan langsung dengan bidang usaha perusahaan.

Di tengah perdebatan tersebut, Puan menekankan pentingnya penerapan prinsip profesionalisme dalam setiap pengisian jabatan strategis di lingkungan BUMN.

Menurutnya, penempatan pejabat yang memiliki kompetensi akan memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mendukung peningkatan kinerja BUMN.

Berdasarkan informasi yang beredar, Ginka Febriyanti Ginting merupakan lulusan Sarjana Akuntansi Universitas Esa Unggul pada 2019. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di universitas yang sama dan lulus pada 2023.

Puan berharap ke depan seluruh proses pengangkatan komisaris di perusahaan-perusahaan BUMN benar-benar mempertimbangkan aspek kompetensi, profesionalisme, serta kebutuhan organisasi sehingga mampu memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).