Gencatan Senjata 14 Hari, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok Tajam

Gencatan Senjata 14 Hari, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok Tajam

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam menyusul pengumuman gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menangguhkan rencana serangan militer selama 14 hari menjadi pemicu utama perubahan drastis di pasar energi global.

Pengumuman yang disampaikan pada Rabu (8/4/2026) tersebut langsung meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz.

Reaksi pasar berlangsung cepat. Harga minyak mentah dunia dilaporkan anjlok hingga 16 persen dalam waktu singkat menjadi salah satu koreksi harian terdalam dalam sejarah perdagangan energi modern.

Koreksi Tajam Harga Minyak

Berdasarkan data perdagangan pagi, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun ke kisaran USD 95 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent yang menjadi acuan global ikut melemah ke level sekitar USD 94 per barel.

Analis energi dari lembaga riset global, John Matthews, menilai penurunan tersebut mencerminkan perubahan sentimen pasar yang sangat cepat.

“Pasar sebelumnya telah mengantisipasi risiko perang terbuka di Timur Tengah. Ketika risiko itu mendadak mereda, aksi jual besar-besaran menjadi respons yang tak terhindarkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, volatilitas tinggi ini menunjukkan betapa sensitifnya harga minyak terhadap dinamika geopolitik, terutama di kawasan produsen utama dunia.

Pasar Saham Berbalik Menguat