Jalur ini merupakan salah satu urat nadi distribusi energi global, dengan sekitar sepertiga pengiriman minyak dunia melintasinya.
Pengamat geopolitik Timur Tengah, Dr. Ahmed Al-Khatib, menilai langkah tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas pasar energi global.
“Pembukaan Selat Hormuz menunjukkan adanya komitmen untuk menjaga stabilitas kawasan. Ini menjadi faktor penting dalam membangun kembali kepercayaan pasar,” ujarnya.
Outlook: Volatilitas Masih Tinggi
Meski ketegangan mereda, para analis mengingatkan bahwa situasi ini masih bersifat sementara.
Masa penangguhan selama 14 hari menjadi periode krusial untuk menentukan arah konflik ke depan.
Pasar energi global diperkirakan akan tetap volatil dalam jangka pendek, dengan pergerakan harga yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan diplomasi dan kebijakan militer kedua negara.















