Terkini, Jakarta — Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) akan menggelar Seminar Nasional 2026 pada 15–16 April 2026 di Mangkuluhur ARTOTEL Suites Hotel, Jakarta, sebagai upaya mendorong kemandirian industri konstruksi baja nasional melalui penguatan kebijakan dan inovasi teknologi.
Mengusung tema “Transformasi Kebijakan Nasional dalam Mendukung Kemandirian Industri Konstruksi Baja”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda strategis ISSC yang juga meliputi pameran dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas).
Forum tersebut menghadirkan kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat ekosistem konstruksi baja di Indonesia.
Ketua Umum ISSC, Budi Harta Winata, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan agenda ini.
“Mari sukseskan Seminar Nasional, Pameran, dan Rakernas ISSC yang diselenggarakan pada 15 dan 16 April 2026 di Mangkuluhur ARTOTEL Suites Hotel,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa transformasi kebijakan nasional menjadi faktor krusial dalam menghadapi tantangan global sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur yang terus meningkat.
Fokus Hari Pertama: Inovasi dan Strategi Penguatan Industri
Pada hari pertama, seminar mengangkat subtema “Inovasi Baja untuk Konstruksi Indonesia: Studi Perbandingan, Strategi dan Solusi Peningkatan Konstruksi Baja”.
Sesi ini menghadirkan narasumber nasional dan internasional yang membahas pengembangan industri dari berbagai perspektif.
Topik yang dibahas meliputi inovasi teknologi konstruksi, efisiensi penggunaan material baja, hingga arah kebijakan industri nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Seminar ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam menghadirkan inovasi serta solusi konkret bagi pengembangan konstruksi baja di Indonesia,” kata Budi Harta Winata.
Selain memperkuat perspektif nasional, forum ini kata dia juga membuka peluang kolaborasi internasional guna memperluas jejaring dan transfer pengetahuan di sektor konstruksi baja.
Kegiatan hari pertama berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, diisi dengan diskusi panel dan presentasi yang mengulas tantangan serta peluang industri baja di tengah dinamika pembangunan nasional.
Melalui rangkaian kegiatan ini, ISSC berharap dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu mempercepat transformasi industri konstruksi baja Indonesia menuju kemandirian serta meningkatkan daya saing di tingkat global.















