Di Tengah Krisis Global, Mentan Andi Amran Sabet Penghargaan Pemimpin Terpopuler 2026

Di Tengah Krisis Global, Mentan Andi Amran Sabet Penghargaan Pemimpin Terpopuler 2026

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan Most Popular Leader Awards 2026 yang diberikan oleh The Iconomics.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian CEO Forum & Indonesia Best CEO Awards 2026 yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis pekan lalu.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kepemimpinan visioner Mentan Amran dalam memperkuat sektor pertanian serta menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tekanan global.

Founder dan CEO The Iconomics, Bram S. Putro, menegaskan bahwa tantangan global saat ini—mulai dari dinamika geopolitik, krisis energi, hingga gangguan rantai pasok menuntut kehadiran pemimpin yang adaptif dan strategis.

“Kondisi ekonomi Indonesia saat ini menuntut pemimpin untuk tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada ketahanan, relevansi pasar, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Menurut Bram, penghargaan ini diberikan kepada para pemimpin yang mampu mengambil keputusan strategis secara berani, namun tetap mengedepankan kehati-hatian, serta menjaga organisasi tetap stabil di tengah ketidakpastian global.

Dalam keterangannya, Mentan Amran menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian di Indonesia.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh petani Indonesia dan jajaran Kementerian Pertanian yang terus bekerja menjaga pangan kita tetap aman. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kita tidak boleh lengah. Kita harus bergerak cepat, tepat, dan berbasis data agar produksi tetap meningkat dan pangan kita kuat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan di sektor pertanian harus mampu menghadirkan solusi konkret di lapangan, mulai dari penyediaan air, benih, pupuk, hingga memastikan hasil panen terserap optimal.

Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Pertanian terus menggencarkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi disrupsi global, antara lain melalui percepatan tanam, optimalisasi lahan (oplah), serta penguatan pompanisasi guna mengantisipasi dampak perubahan iklim dan ancaman kekeringan.