Dari jumlah tersebut, 1.832 perlintasan telah dijaga, sementara 971 lainnya belum dijaga.
Pada 2025, jumlah perlintasan menurun menjadi 3.703 titik, dengan rincian 2.776 perlintasan terdaftar dan 927 tidak terdaftar.
Hingga Desember 2025, sebanyak 1.864 perlintasan telah dijaga, sementara 912 titik lainnya masih belum dijaga.
Kronologi dan Korban
Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur diduga bermula dari sebuah taksi yang tertabrak KRL di perlintasan kereta. Setelah proses evakuasi, insiden lanjutan terjadi saat KRL tujuan Jakarta–Cikarang berhenti di stasiun.
Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa insiden tersebut mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka serta masih menjalani perawatan.
“Saya meng-update jumlah korban, meninggal dunia tujuh orang, sementara 81 orang luka-luka dan dirawat,” ujarnya.















