Selat Hormuz Tak Aman, Iran Peringatkan Risiko Gangguan Internet Dunia

Selat Hormuz Tak Aman, Iran Peringatkan Risiko Gangguan Internet Dunia

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Ia mencontohkan insiden tahun 2024 di Laut Merah, ketika kapal yang diserang kelompok Houthi memutus kabel bawah laut akibat jangkar yang terseret.

Dampak pada Ekonomi Digital

Kerusakan kabel bawah laut dapat berdampak luas, mulai dari perlambatan internet, gangguan e-commerce, hingga keterlambatan transaksi keuangan global.

Hal ini menjadi ancaman serius bagi negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi yang tengah mengembangkan sektor kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital.

Beberapa jaringan kabel utama yang melintasi kawasan ini antara lain Asia-Africa-Europe 1 (AAE-1), FALCON Cable System, serta Gulf Bridge International Cable.

Ketiganya menghubungkan Asia, Timur Tengah, hingga Eropa dan menjadi jalur utama pertukaran data global.

Mayoritas Gangguan Bukan Sabotase

Data dari International Cable Protection Committee (ICPC) menunjukkan jumlah gangguan kabel relatif stabil di kisaran 150–200 insiden per tahun, meskipun panjang jaringan terus bertambah.

Sekitar 70–80% gangguan disebabkan aktivitas manusia yang tidak disengaja, seperti penangkapan ikan dan jangkar kapal.

Direktur riset TeleGeography, Alan Mauldin, menambahkan faktor alam seperti arus laut, gempa bumi, dan gunung berapi bawah laut juga menjadi risiko tambahan.

Tantangan Perbaikan di Zona Konflik

Perbaikan kabel bawah laut secara teknis tidak terlalu kompleks, namun menjadi jauh lebih sulit di wilayah konflik.

Akses ke lokasi kerusakan kerap terkendala faktor keamanan, perizinan, hingga potensi ranjau laut.