Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Penerbangan, Wisatawan Dunia Beralih ke Asia Tenggara

Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Penerbangan, Wisatawan Dunia Beralih ke Asia Tenggara

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta – Konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran berdampak luas terhadap industri penerbangan dan pariwisata global. Aktivitas penerbangan komersial di kawasan Timur Tengah kini banyak tergantikan oleh penerbangan repatriasi dan evakuasi warga negara, sementara wisatawan mulai mengalihkan tujuan perjalanan ke kawasan Asia Tenggara.

Situasi ini menjadi salah satu gangguan terbesar industri penerbangan sejak penutupan wilayah udara akibat invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Penutupan wilayah udara, pembatalan penerbangan massal, serta lonjakan harga tiket membuat perjalanan ke Timur Tengah menjadi semakin sulit dan mahal.

Berdasarkan data perusahaan analisis penerbangan Cirium yang dikutip CNBC Internasional, pembatalan penerbangan ke dan dari wilayah Timur Tengah telah melampaui 46.000 penerbangan sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026.

Kondisi ini sangat kontras dengan proyeksi sebelumnya dari Kementerian Ekonomi dan Pariwisata Uni Emirat Arab yang memperkirakan nilai pasar pariwisata negara tersebut dapat mencapai hampir US$950 miliar pada 2026.

Dubai sebagai pusat pariwisata utama kawasan kini menghadapi tekanan besar akibat gangguan penerbangan dan penutupan sementara sejumlah bandara.

Harga Tiket Melonjak, Wisatawan Batalkan Perjalanan

Lonjakan harga tiket pesawat menjadi salah satu dampak langsung konflik. Kenaikan harga bahan bakar akibat ketegangan geopolitik turut mendorong tarif penerbangan internasional meningkat tajam.

Salah satu wisatawan asal Asia, Michelle Bui, Manajer Asosiasi Regional di Ellerton & Co. Public Relations Vietnam, mengaku membatalkan rencana perjalanan ke Timur Tengah setelah melihat harga tiket yang melonjak drastis.

“Harga tiket penerbangan ke Timur Tengah melonjak sangat tinggi dan tidak lagi sebanding dengan biaya perjalanan yang harus dikeluarkan,” ujar Michelle Bui dalam wawancara dengan CNBC.

Ia menyebut harga tiket dari Vietnam ke Timur Tengah dengan transit telah mencapai sekitar US$1.500 hingga US$2.000 pada Maret 2026.