Terkini, Hongkong - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkuat komitmennya dalam keterbukaan informasi publik sekaligus perlindungan masyarakat melalui edukasi literasi keuangan bagi diaspora Indonesia di Hong Kong.
Program ini digelar bekerja sama dengan Komisi Informasi Pusat (KIP) di Galeri BNI Hong Kong.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI), terhadap hak akses informasi serta pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan finansial yang kian berkembang.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa edukasi ini menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang diperingati setiap 30 April.
“Melalui kegiatan ini, BNI ingin memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya PMI di Hong Kong, terhadap pentingnya keterbukaan informasi publik sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan finansial,” ujar Okki dalam keterangan tertulisnya kepadaterkini.id.
Sementara itu, Komisioner Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik KIP, Samrotunnajah Ismail, menegaskan bahwa kebutuhan informasi bagi diaspora tidak hanya terbatas pada layanan administrasi publik, tetapi juga mencakup literasi keuangan dan investasi.
“Momentum edukasi seperti ini penting bagi diaspora. Keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan untuk membangun tata kelola yang baik dan memberikan dampak positif,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, BNI menyoroti meningkatnya kejahatan finansial yang menyasar diaspora, terutama dengan memanfaatkan teknologi digital dan pendekatan emosional.
Salah satu modus yang marak adalah love scam, yakni penipuan dengan membangun hubungan palsu melalui media sosial sebelum meminta sejumlah uang.
Selain itu, terdapat pula penipuan yang mengatasnamakan call center bank dengan dalih adanya gangguan rekening.















