Ia menambahkan, MES secara berkelanjutan terus mengembangkan ekosistem usaha halal melalui berbagai inisiatif, mulai dari pelatihan pendamping proses produk halal, peningkatan kapasitas UMKM halal, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menkop juga menilai Program Mba Maya memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat memperluas akses pembiayaan, pendampingan, serta pengembangan usaha berbasis gotong royong bagi masyarakat desa.
“Saya memahami bahwa program Mba Maya yang dilaksanakan oleh PNM menyasar langsung nasabah di tingkat akar rumput. Hal ini sejalan dengan peran koperasi syariah yang memiliki posisi strategis sebagai penguat ekonomi masyarakat di tingkat desa,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengungkapkan bahwa hingga kini PNM telah menjangkau 60.260 desa dan kelurahan dari sekitar 84 ribu wilayah desa/kelurahan di Indonesia.
Menurutnya, layanan tersebut mencakup sekitar 943 ribu kelompok nasabah dengan total 16,1 juta nasabah aktif.
“Dengan program yang diluncurkan ini juga ditargetkan semakin berkembang jangkauan PNM ke desa dan kelurahan. Termasuk kami pun berhasil menggulirkan program PNM Mekaar atau membina ekonomi keluarga sejahtera,” ujar Arief.
Program Mba Maya 2026 diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional sekaligus memperluas pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro di berbagai daerah.















