Hasil implementasi di MTsS Babul Khaer menunjukkan respons positif dari siswa maupun guru.
Berdasarkan observasi selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat lebih antusias, percaya diri, dan aktif berbicara menggunakan Bahasa Inggris dalam proses pembelajaran.
Peningkatan kemampuan siswa juga terlihat dari hasil scoring assessment keterampilan berbicara.
Siswa mengalami perkembangan pada aspek pengucapan, kelancaran berbicara, penguasaan kosakata, serta kemampuan menyampaikan kembali isi cerita menggunakan Bahasa Inggris secara lebih komunikatif.

Kepala MTsS Babul Khaer, H. Subehan, mengapresiasi program tersebut dan menyebut sekolah merasa bangga dipercaya menjadi sekolah pilot implementasi inovasi pembelajaran hasil riset perguruan tinggi.
“Program ini sangat bermanfaat bagi siswa kami. Bahasa Inggris yang sebelumnya dianggap sulit kini menjadi lebih menarik karena dikaitkan dengan cerita rakyat yang sudah familiar bagi mereka,"ujarnya.
"Kami juga sangat bersyukur karena sekolah memperoleh suplemen media pembelajaran berupa buku ber-ISBN, panduan pembelajaran, dan flashcard yang siap digunakan dalam proses belajar mengajar,”tambahnya.
Dr. Widya Rizky Pratiwi, menjelaskan bahwa hilirisasi riset ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang aplikatif dan berdampak langsung bagi sekolah.
“Melalui inovasi ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih kontekstual, komunikatif, dan menyenangkan,"beber Ketua Peneliti tersebut.
"Bahasa Inggris tidak harus dipelajari melalui konteks asing semata, tetapi juga dapat dikembangkan melalui kekayaan budaya lokal Indonesia agar siswa mampu belajar bahasa sekaligus mengenal identitas budayanya,”lanjutnya.















