Dalam unggahan tersebut, Syed Saddiq turut membagikan pengalaman pribadinya menghadapi proses hukum dan tekanan politik di Malaysia.
Ia mengatakan dirinya akhirnya dibebaskan di pengadilan dan meyakini bahwa kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya.
“Kebenaran mungkin lambat, tapi kebenaran tidak mati,” tulis Syed Saddiq.
Ia pun menegaskan bahwa orang-orang baik tidak boleh menyerah pada dunia politik hanya karena tekanan dan serangan terhadap karakter pribadi.
“Orang baik tidak boleh menyerah pada politik,” tegasnya.
Unggahan itu mendapat perhatian luas dari warganet Indonesia dan Malaysia. Banyak pengguna media sosial menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap figur publik yang menghadapi tekanan saat menjalankan reformasi dan pelayanan publik.














