Terkini, Malaysia — Politikus muda Malaysia, Syed Saddiq, menyampaikan pesan dukungan emosional kepada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia, Nadiem Makarim, melalui unggahan media sosial yang ramai diperbincangkan publik.
Dalam pernyataannya, Syed Saddiq menyoroti beratnya tekanan yang kerap dialami figur publik ketika mencoba melakukan perubahan di dalam sistem pemerintahan.
Ia menyebut, tidak jarang orang-orang baik harus “dibunuh” karakter dan reputasinya demi mempertahankan sistem yang dinilai rusak.
“Kadang orang baik harus ‘dibunuh’ dulu reputasinya, karakternya, maruahnya supaya sistem yang bobrok dapat terus dikekalkan,” tulis Syed Saddiq dalam unggahannya.

Ia mengaku sedih melihat situasi yang sedang dihadapi Nadiem Makarim dan keluarganya. Menurutnya, Nadiem telah meninggalkan kenyamanan dunia bisnis demi mengabdi kepada masyarakat melalui pelayanan publik.
“Anda meninggalkan perusahaan bernilai miliaran dolar dan memilih pelayanan publik,” tulisnya lagi.
Syed Saddiq juga mengenang pertemuannya dengan Nadiem pada 2019. Saat itu, ia sempat meminta pendiri GOJEK tersebut untuk mempertimbangkan terjun ke dunia politik. Namun, ia mengaku sempat merasa politik bukan tempat yang mudah bagi sosok seperti Nadiem.
Meski demikian, ia mengaku optimistis ketika mendengar Nadiem akan memimpin reformasi pendidikan di Indonesia.
Syed Saddiq menyebut Indonesia membutuhkan sosok disruptor yang mampu membawa perubahan dalam sistem pendidikan nasional.
“Saya tahu Indonesia akan mendapatkan seorang disruptor,” ujarnya.















