Gelar Rakornas 2026, Kemenpar Bahas Strategi Hadapi Tantangan Global Pariwisata

Gelar Rakornas 2026, Kemenpar Bahas Strategi Hadapi Tantangan Global Pariwisata

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, JakartaKementerian Pariwisata Republik Indonesia resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 pada Rabu (20/5/2026) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Forum strategis yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Mei 2026, itu mengusung tema “Optimalisasi, Resiliensi, Inovasi, dan Keberlanjutan: Transformasi Ekosistem Kepariwisataan Nasional Menuju Target 2026”.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan Rakornas Pariwisata 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi sektor pariwisata nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Menurutnya, pelaksanaan Rakornas tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

“Momentum Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa pariwisata adalah juga gerakan bersama untuk membangun kebanggaan, kemandirian, dan daya saing bangsa. Di setiap destinasi, tersimpan kekuatan budaya, alam, kreativitas, serta keramahan masyarakat Indonesia yang menjadi modal besar untuk bangkit dan maju,” ujar Widiyanti dalam sambutannya.

Rakornas Pariwisata 2026 menjadi ruang koordinasi lintas sektor guna menyusun rencana aksi sekaligus mengevaluasi capaian pembangunan pariwisata nasional.

Kegiatan tersebut melibatkan kementerian/lembaga, akademisi, serta pelaku industri pariwisata untuk mempercepat transformasi ekosistem pariwisata melalui pendekatan optimalisasi, resiliensi, inovasi, dan keberlanjutan (ORIK).

Dalam forum tersebut, pemerintah membahas lima isu strategis yang menjadi perhatian utama sektor pariwisata nasional.

Isu tersebut meliputi keamanan global, keselamatan dan krisis energi, krisis iklim, tren pasar pariwisata masa depan, hingga penguatan pariwisata berkelanjutan dan sinkronisasi regulasi.

Adapun tren pasar pariwisata yang menjadi fokus pembahasan mencakup sustainable tourism, adventure tourism, luxury tourism, edu-tourism, wisata bahari, wellness tourism, hingga wisata gastronomi.