Pariwisata Indonesia 2026: Kemenpar Fokus Kolaborasi, Digitalisasi, dan Investasi

Pariwisata Indonesia 2026: Kemenpar Fokus Kolaborasi, Digitalisasi, dan Investasi

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Dalam pengembangan industri pariwisata, Rizki menyebut terdapat enam tren utama yang membentuk preferensi wisatawan global saat ini, yakni nature and adventure, eco-friendly tourism, culinary and gastronomy, cultural immersion, wellness tourism, dan bleisure.

“Ada tren-tren yang sedang berkembang di market yang nanti larinya ke produk wisata. Jadi bagaimana dalam membentuk produk wisata, mengaitkan potensi yang ada di daerah dengan tren tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan kondisi geopolitik global turut memengaruhi pergerakan wisatawan mancanegara, terutama dari kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Amerika.

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis terhadap prospek pariwisata Indonesia di tengah tantangan global.

“Di setiap krisis pasti selalu ada peluang. Tidak hanya bertahan tetapi juga accelerated,” kata Made.

Berdasarkan laporan Amadeus periode Maret–Juni 2026, pemesanan tiket penerbangan global meningkat 4 persen. Tren wisata short-haul dan perjalanan intra-Asia juga terus menguat.

“Kita pivot ke koridor aman. Koridor amannya adalah ASEAN, Asia Timur, Jepang, Korea, Tiongkok, kemudian Oceania seperti New Zealand dan Australia,” ujarnya.

Made menambahkan, Kemenpar terus memperkuat promosi digital, termasuk melalui pembaruan platform indonesia.travel dengan menghadirkan teknologi kecerdasan buatan bernama MaiA untuk membantu wisatawan menyusun perjalanan dan memperoleh informasi wisata secara lebih mudah.

“Kami ingin mengajak pemerintah daerah, asosiasi, dan industri untuk berkolaborasi. Penting bagi kita untuk bisa memaksimalkan digital promotion,” katanya.

Pada aspek sumber daya manusia, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, menekankan pentingnya penguatan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan sebagai fondasi utama pariwisata berkualitas.