OJK Luncurkan Bulan Dana Pensiun 2026, Masyarakat Diminta Siapkan Masa Tua

OJK Luncurkan Bulan Dana Pensiun 2026, Masyarakat Diminta Siapkan Masa Tua

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Ogi menilai peningkatan replacement ratio tidak dapat hanya mengandalkan satu program atau lembaga. Diperlukan sinergi antara program pensiun wajib, program bagi ASN serta anggota TNI dan Polri, maupun program pensiun sukarela melalui DPPK dan DPLK.

“Perluasan kepesertaan, kecukupan dan kesinambungan iuran, serta pengelolaan investasi yang prudent harus dilakukan secara bersama-sama,” kata Ogi.

Menurut Ogi, persiapan dana pensiun semakin penting karena masyarakat tetap akan menghadapi berbagai kebutuhan setelah memasuki usia lanjut. Beban tersebut antara lain biaya kesehatan, perawatan jangka panjang, tempat tinggal, hingga kebutuhan sehari-hari yang dipengaruhi inflasi.

Selain itu, masa hidup setelah pensiun dapat berlangsung selama puluhan tahun sehingga dana yang dikumpulkan perlu dikelola agar mampu menghasilkan pendapatan yang memadai dan berkelanjutan.

Indonesia Masuk Fase Ageing Population

Urgensi persiapan dana pensiun juga berkaitan dengan perubahan struktur demografi Indonesia.

Dalam siaran pers OJK disebutkan, berdasarkan data BPS, sejak 2021 Indonesia telah memasuki fase ageing population, dengan sekitar satu dari sepuluh penduduk merupakan lanjut usia.

Kondisi tersebut dapat menjadi peluang apabila kelompok lanjut usia tetap sehat, produktif, dan mandiri. Namun, tanpa kesiapan finansial yang memadai, peningkatan jumlah lansia berpotensi menambah beban keluarga, kebutuhan perlindungan sosial dan pelayanan kesehatan, serta tekanan terhadap perekonomian.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turut mendukung pelaksanaan Bulan Dana Pensiun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial dan mempersiapkan tenaga kerja menghadapi perubahan demografi.

“Sekarang kita ada bonus demografi dan tidak berapa lama lagi kita akan menuju kepada aging population,” kata Yassierli.