Hamas Palestina Kirim Surat ke Presiden Jokowi, Berikut Isi Permintaannya

Hamas Palestina Kirim Surat ke Presiden Jokowi, Berikut Isi Permintaannya

Dzul Fiqram Nur

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Internasional - Di tengah perseteruan antara Israel dan Palestina, Hamas mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu, 19 Mei 2021.

Diketahui bahwa yang mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi adalah pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.

Dalam surat tersebut, Haniyeh menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi di sana.

Haniyeh menjelaskan tentang bagaimana Israel telah melakukan banyak aksi terorisme, agresi, pembantaian terhadap anak-anak.

Ada beberapa poin penting mengenai empat rentetan kejadian sehubungan dengan serangan militer Israel ke Palestina sepekan ini.

Kronologis serangan bermula dari penggusuran 28 keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah untuk perluasan pemukiman Yahudi.

Hal itu diperjelas dengan tulisan Haniyeh yang dilansir dari CNBC Indonesia pada Kamis, 20 Mei 2021.

"Penduduk (Israel) meningkatkan strategi mengendalikan kota Yerusalem yang diduduki, menilai, dan mengubah karakter demografinya dengan mengeluarkan keputusan yang tidak adil," tulisnya.

"(Israel) mengusir paksa 28 keluarga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah, sebagai awalan untuk membangun lingkungan Yahudi," tutup Haniyeh.

Haniyeh juga menuliskan rencana Israel yang menutup Masjid Al-Aqsa yang merupakan tempat suci umat Islam.

"Israel menutup tangga utama di Bab Al-Armud, salah satu gerbang utama Masjid Al-Aqsa mencegah kedatangan jemaah dan menyangkal pelaksanaan ritual dan doa mereka," tulisnya lagi.

Adapun maksud dari pengiriman surat tersebut ialah meminta Jokowi untuk menolong Palestina, terutama Gaza.

Haniyeh ingin Jokowi segera melakukan mobilisasi Arab dan Islam untuk menentang pendudukan Israel.

"Kami meminta Anda untuk bertindak segera, dan untuk memobilisasi Arab, Islam, dan internasional," tegas Haniyeh.

Adapun secara rinci isi permintaan Haniyeh ada empat poin, yakni:

1. Akhiri agresi dan teror yang dilakukan oleh pendudukan Israel melawan Jalur Gaza yang terkepung.

2. Akhiri semua pelanggaran di Yerussalem yang diduduki, termasuk skema pemukiman Yahudi, pengusiran paksa dan diskriminasi rasial.

3. Mencabut semua keputusan yang menargetkan sejumlah lingkungan warga Palestina terutama Sheikh Jarra.

4. Jauhkan Israel dari Masjidil Al-Aqsa dan izinkan warga berdoa dengan bebas.