Ini Alasan Mengapa Pendidikan Dianggap Esensial di Singapura

Ini Alasan Mengapa Pendidikan Dianggap Esensial di Singapura

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Ini alasan mengapa pendidikan dianggap esensial di Singapura. Sriwiyanti Wira, seorang pengusaha asal Sulawesi Selatan, mengirimkan anak-anaknya untuk bersekolah di Singapura. Ia bahkan membeli sebuah apartemen di sana agar anak-anaknya lebih mudah mengakses pendidikan.

Sekolah yang dipilinya pun bagus, dalam artian berkualitas dan sudah terkenal sebagai lembaga pendidikan yang mumpuni.

Sejatinya, secara umum sekolah-sekolah di Negeri Patung Merlion ini, mulai tingkat TK hingga SMA dan Perguruan Tinggi sama bagusnya. Sebut saja Nanyang Technological University yang merupakan universitas tempat motivator kondang Indonesia Merry Riana menimba ilmu pada 1998.

Lantas, apa pasal sekolah dan pendidikan dianggap esensial di Singapura? Seperti diketahui, Singapura yang merupakan pulau kecil memang tidak memiliki sumber daya alam (SDA) seperti di Indonesia. Untuk itulah, mereka mengandalkan sumber daya manusia (SDM) untuk membangun negerinya.

Seperti dilansir dari Today, yang dirangkum Terkini.id pada Senin 28 Juni 2021, Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong pernah mengungkapkan, semua stakeholder maupun elemen masyarakat harus menanamkan keterampilan yang tepat untuk membentuk karakter sukses pada anak-anak, khususnya melalui pendidikan, baik di sekolah formal maupun di luar sekolah.

Hal tersebut dikemukakan putra mendiang founder Singapura, Lee Kuan Yew pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-100 Montfort School di Hougang Ave 8, Singapura pada 2016 silam.

Pernyataan Lee tersebut, mengemuka setelah Departemen Pendidikan Singapura mengumumkan berbagai perubahan untuk lebih menggali potensi dan bakat siswa di luar nilai ujian sekolah formal.

“Pemerintah Singapura berperan penting untuk menanamkan keterampilan dan nilai-nilai yang benar kepada anak-anak. Ini guna membantu mereka menjadi warga negara yang patuh terhadap hukum (negara), juga berguna dalam masyarakat. Untuk itulah, semua komponen masyarakat berkepentingan terus memberi mereka dasar akademik yang kuat,” tegasnya.

Apa yang diwacanakan Lee, mencuat setelah sebelumnya Departemen Pendidikan Singapura mengumumkan berbagai perubahan dalam dunia pendidikan di Singapura.

Selama ini, Departemen Pendidikan Singapura sangat peduli terhadap iklim pendidikan, sehingga senantiasa mengusung kebijakan terpadu untuk mengembangkan SDM, yang merupakan salah satu sektor terpenting di sana.

“Departemen Pendidikan kali ini fokus menggali potensi dan bakat siswa di luar sekolah. Kami menganggap penting membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai yang benar terhadap diri anak-anak. Ini agar nantinya mereka memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi terhadap Singapura. Selain itu, juga memberikan kontribusi bagi pembangunan, yang tentunya kembali kepada kepentingan masyarakat dan sekolah sendiri,” pesan Lee kala itu.

Ia menambahkan, sekolah juga harus memberikan para siswa berbagai pengalaman dan mendorong minat mereka di bidang nonakademik.

“Saya bangga, Montfort fokus terhadap pendidikan yang mengacu pada pengembangan karakter anak-anak. Ini diperlukan agar pelajar menunjukkan perilaku teladan dan kemandirian, bahkan di usia muda,” imbuh Lee.

Perayaan HUT sekaligus dirangkaikan peluncuran Yayasan 100 Tahun Montfort dengan nilai pagu satu juta dolar Singapura kala itu, merupakan implementasi yang terus didengungkan pemerintah Singapura untuk keberhasilan pendidikan dan pembentukan karakter anak yang andal.

Pagu yang disumbangkan pemerintah Singapura tersebut sekaligus untuk meningkatkan fasilitas sekolah, juga kegiatan terkait pendidikan seperti beasiswa dan dana bagi siswa dan atlet muda yang berprestasi.

Berdasarkan laporan Today, pada 2016 saja pemerintah Singapura telah mengucurkan 840 ribu dolar Singapura untuk Montfort School. Sebuah angka yang tergolong besar untuk satu item sekolah.