Perhatian, Pasien Isoman Dilarang Konsumsi Makanan Ini Loh!

Perhatian, Pasien Isoman Dilarang Konsumsi Makanan Ini Loh!

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Perhatian, pasien isoman dilarang konsumsi makanan ini loh! Lonjakan angka penularan virus corona menyebabkan banyak korban atau pasien yang terpaksa harus menjalani isolasi mandiri (isoman). Pasien Covid-19 yang tengah isoman di rumah, wajib menghindari makanan yang mengandung gula, garam dan minyak.

Pasalnya tiga jenin makanan yang mengadung tersebut berpotensi mengakibatkan peradangan di dalam tubuh.

“Semua yang mengandung gula, baik dari makanan atau minuman manis. Itu bikin parah risiko peradangan. Ada abon atau dendeng yang dimasak pakai gula, penggunaan kecap manis juga itu tinggi gula," terang dokter spesialis gizi, Maria Ingrid Budiman di Jakarta, Jumat 9 Juli 2021.

Seperti dilansir dari genpi.co, Jumat 9 Juli 2021, selain itu pasien juga wajib menghindari asupan minyak berlebih yang diperoleh dari makanan yang digoreng, sup, bakso, bahkan sayuran yang dimasak dengan proses tumis.

“Sup kan ada yang banyak minyaknya, bakso juga kadang-kadang orang ditambahin lemak sapi, itu kan memperparah peradangan, makanan yang digoreng itu atau gorengan, tinggi banget kandungan lemaknya,” imbau dr Ingrid.

Ketika seseorang tidak memiliki nafsu makan, cenderung untuk memilih hidangan dengan rasa yang gurih. Padahal, menurut Ingrid, dalam sehari orang hanya boleh mengonsumsi satu sendok teh garam.

Selama isoman, kebanyakan pasien memesan makanan cepat saji melalui jasa pesan antar. Tidak hanya itu, teman atau sahabat dari pasien juga cenderung mengirimkan makanan dan minuman yang dapat meningkatkan nafsu makan.

“Kalau pesannya nasi ayam bakar ya kurang aneka ragamnya. Kalau beli sayur jadi, paling sayurannya satu atau dua lembar. Sayur, buah, protein itu harus tercukupi,” pesan Ingrid.

Kendati demikian, istilah mencegah lebih baik ketimbang sudah sakit atau terpapar virus corona adalah keputusan yang baik jika diimplementasikan. Hal itu bukan saja terus ditegaskan Satgas Covid-19, namun juga pakar-pakar kesehatan, termasuk ahli gizi yang pernah diwawancarai Kupang.Terkini.id, jejaring Terkini.id.

Sebelumnya, ditemui di Kota Kupang pada 22 Juni 2021 lalu, ahli gizi dan nutrisi Ni Made Oka Arpini mengungkapkan, masyarakat tidak hanya bisa berpangku tangan dan bertumpu harap kepada para tenaga kesehatan (nakes).

“Artinya, diri kita sendirilah yang harus berperan aktif agar terhindar dari virus corona. Salah satu caranya adalah mengonsumsi makanan dan nutrisi yang sehat dan berimbang. Ini akan memperkuat imunitas diri kita dari virus Covid-19. Tentu saja, tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas (5M),” imbaunya.

Oka juga mengatakan, semringah tingkat kesembuhan yang juga termasuk tinggi, hal itu tidak terlepas dari faktor suksesnya imunisasi vaksin Covid-19. Sehingga, ia kembali berpesan agar masyarakat tidak usah khawatir untuk divaksin.

“Vaksin aman, kok. Jadi tidak perlu khawatir. Selain itu, selalu jaga kesehatan dengan makan makanan bergizi, dan patuhi prokes tentunya,” tutupnya.