"Sebanyak 95 persen populasi truk kami berada di Morowali untuk angkutan di tambang nikel," ungkap Rosyid.
Truk-tru bercat merah tersebut mendominasi aktivitas hauling tambang nikel di area tambang yang dikelola PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sejak kawasan tambang ini di 2016.
"Kami punya target setelah berkembang di Indonesia akan memperluas pasar ke Asia Tenggara.
Sejak 2016 kami sudah menjual truk Shacman di Indonesia dan total mencapai lebih dari 6000 unit.
Sebanyak 1200 unit terjual di 2022 dan 3000 unit proyeksi penjualan kita di 2023," ujarnya.
Penamaan Motor Sights sebagai prinsipal dimulai di 2023. Rosyid mengatakan penjualan truk dengan brand Motor Sights sudah mencapai 6000 unit lebih ke tambang nikel di Morowali.
Baca juga: PP Presisi Rampungkan Proyek Infrastruktur Pertambangan Berkelanjutan Senilai Rp206 Miliar
"Ke depan kita akan mengembangkan jaringan diler dan diler yang akan jual langsung ke konsumen. Kami memiliki kerjasama dengan sisten company kami di China dan kami juga akan mengembangkan pasar untuk light truck," ungkap Rosyid.
Untuk mendukung pemasaran truknya di Indonesia, MSI sudah mengoperasikan warehouse suku cadang di 5 lokasi yang terbaru di Pulogadung, Jakarta Timur, dan yang terbesar berada di Morowali. Gudang lainnya di Kendari dan Makassar serta di Halmahera.
"Kami memiliki gudang inventory suku cadang di Morowali dengan valuasi Rp 400 miliar dan gudang inventory di Kendari senilai Rp 20 miliar. Kami siapkan juga program Trisula mencakup sales, service dan spare parts untuk penetrasi pasar demi memberikan total solutions ke customers," ungkapnya.















