Terkini.id - Presiden Direktur PT Trimegah Bangun Persada (TBP) atau Harita Nickel (NCKL), Roy A. Arfandy, mengatakan, Indonesia berhasil mengembangkan industri nikel berkat program hilirisasi di awal 2020 yang menjadikan komoditas nikel memiliki nilai tambah.
Hal ini disampaikannya dalam pemaparan acara Internasional 'ASEAN Ni- Cr- Mn Stainless Steel Industry Chain Summit 2023' Bali dengan tema 'Kisah sukses hilirisasi nikel Indonesia'.
“Indonesia telah bertransformasi dari negara pengekspor menjadi pemain kunci global di bidang besi/baja dan semakin mengembangkan industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri,” kata Roy dalam acara tersebut, Selasa 28 November 2023.
Menurutnya, keberhasilan tersebut terlihat pada ekspor komoditas turunan nikel yang terjadi sebelum hilirisasi diberlakukan sangat signifikan dari 2017 dan 2022.
“Ekspor produk turunan nikel Indonesia meningkat signifikan dari hanya USD 4,31 miliar pada tahun 2017 menjadi USD 34,28 miliar pada tahun 2022 karena inisiatif hilirisasi yang didorong oleh pemerintah,” ujarnya.
Dia menuturkan, pasar nikel Indonesia dan perkembangan terkini dari sejarahnya, menurutnya Indonesia adalah salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar saat ini sedang mengoptimalisasi nilai produk turunan nikel.
Hal ini tampak dari cadangan nikel dunia, Indonesia ada diurutan pertama yaitu, 21 juta ton disusul Australia 21 juta ton, Brazil 16 juta ton, Rusia 7,5 juta ton, New Caledonia 7,1 juta ton, Philipina 4,8 juta ton.
“Canada 2,2 juta ton, China 2,1 juta ton Amerika Serikat 0,37 juta ton, Negara-negara lain 20 juta ton,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan, mengenai nilai tambah produk turunan nikel yang menjadi target prioritas diantaranya, Stainless steel CRC/HRC dengan nilai tambah 9,5x dan EV battery dengan nilai tambah 67x, sedangkan permintaan global 2045 sebesar USD 5,91 miliar per ton.
Dari kemajuan industri nikel diperkirakan berdampak pada ekonomi dibidang investasi 2023/2040 mencapai sebesar US$ 127,9 Miliar dan GDP 2040 sebesar USD 43,2 Miliar, Tenaga Kerja (Orang) 2033/2040 sebanyak 357.000 orang.















