Menanggapi pengakuan Aep tersebut, Ferry pun mengungkapkan bahwa sejak 2016 sama sekali tidak ada warung penjual rokok di sekitar bengkel itu.
Sedangkan, soal Aep mengaku beli rokok di warung Bu Nining pada malam kejadian pembunuhan Vina dan Eky, menurut Ferry hal itu mustahil lantaran warung Bu Nining tidak pernah buka sampai malam.
"Nggak ada warung pak. Kalau Aep beli rokok di warung Bu Nining mustahil. Bu Nining nggak pernah buka kalau malam, saya tahu betul," bebernya.
Menurut Ferry, bantahannya terhadap kesaksian Aep tersebut bukan bermaksud untuk membela para terpidana kasus Vina Cirebon.
Dia hanya ingin meluruskan pengakuan Aep yang mengaku melihat wajah Pegi Setiawan di malam kejadian. Sebab, kata Ferry, ia yang tiap hari melewati lokasi kejadian juga tidak pernah sekalipun melihat Aep.
"Saya bukan membela 8 terpidana, saya hanya meluruskan keterangan si Aep untuk Pegi," ucap Ferry.
"Jadi keterangan Aep itu yang ingat betul wajah Pegi, secara logika saja yah saya aja yang tiap hari lewat sini nggak tahu Aep," sambungnya.
Mendengar pernyataan Ferry, Dedi Mulyadi pun menanyakan apakah Ferry bersedia menjadi saksi di pengadilan untuk membantah kesaksian Aep tersebut. Ferry pun mengaku bersedia.
"Tidak apa-apa (jadi saksi)," ujarnya.















