Hotman Paris Heran Cindra Aditi Tejakinkin Berani Publikasikan Identitas, Padahal Korban Asusila

Hotman Paris Heran Cindra Aditi Tejakinkin Berani Publikasikan Identitas, Padahal Korban Asusila

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini - Sikap korban asusila Ketua KPU Hasyim Asy'ari, Cindra Aditi Tejakinkin yang berani mempublikasikan identitas dan memperlihatkan wajahnya ke publik, menuai perhatian pengacara kondang Hotman Paris.

Hotman Paris lewat unggahannya di media sosial, awalnya menyoroti keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memecat Hasyim Asy'ari dari jabatan ketua KPU RI gegara memaksa Cindra Aditi Tejakinkin untuk berhubungan badan.

"Ketua KPU dipecat oleh DKPP atas dasar katanya melakukan paksaan hubungan intim dengan wanita dari Belanda," kata Hotman lewat video unggahannya itu, dikutip terkini dari akun Instagram @hotmanparisofficial, Kamis, 4 Juli 2024.

Ia pun lalu meminta kepada Presiden Jokowi agar berhati-hati menandatangani Kepres pemberhentian Hasyim Asy'ari dari jabatan ketua KPU RI.

Menurut Hotman, sebelum presiden menandatangani Kepres tersebut, sebaiknya dicek kembali temuan fakta persidangan terkait perkara itu.

"Sebelum Bapak Jokowi menandatangani Kepres mohon dicek temuan fakta persidangan," pintanya.

Kemudian, Hotman mempertanyakan apakah benar Cindra Aditi pernah mengirim pesan WhatsApp yang meminta agar Hasyim Asy'ari diperiksa apakah ketua KPU itu mengidap penyakit kelamin tertentu yang hanya ada di Asia atau tidak.

"Benar nggak si pengadu itu pernah nge-chat WA ketua KPU meminta agar diperiksa apakah ketua KPU itu mengidap penyakit kelamin tertentu yang hanya ada di Asia?" tanya Hotman.

Jika benar wanita anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) itu pernah mengirim pesan WA tersebut, kata Hotman, maka patut dipertanyakan apakah hubungan badan yang dilakukan perempuan itu dengan Hasyim Asy'ari berdasarkan keterpaksaan ataukah atas dasar suka sama suka.

"Kalau ada chat itu dari seorang wanita kepada lelaki, pertanyaan apakah hubungan intim itu dipaksakan atau mau sama mau," tuturnya.