Menurutnya, AFR bisa dijerat pasal berlapis apabila Ahmad Sahroni juga melaporkan pelaku ke polisi terkait pencemaran nama baik lantaran namanya dicatut oleh pelaku.
"Saya itu sudah lama ngefans sama Bapak. Saya kaget dengan jawabannya pak. Maksud saya tuh nunggu klarifikasi Bapak terus mungkin Bapak ada keberatan dan membantu kasus ini, karena keberatannya itu nama Bapak dibawa-bawa (pelaku). Itu yang saya harapkan dari klarifikasi Bapak," ucapnya.
Lebih lanjut, Citra menyebut bahwa keluarganya membuka opsi damai apabila pelaku mengembalikan sejumlah uang hasil kejahatannya terhadap Gonzalo.
"Kalau kami mau damai, kami terima aja pak dia mau ngasih kembali Rp1 M dan beberapa barang gitu kan, dan memang bukan cuma keluarga saya yang jadi korban pak," bebernya.
Ia pun mengatakan, kondisi ibunya atau nenek dari Gonzalo saat ini sakit-sakitan gegara kasus tersebut. Maka dari itu, Citra tak pernah menyampaikan reaksi Sahroni terkait kasus itu kepada orang tuanya.
"Ibu saya sakit-sakitan semenjak kasus ini. Saya tidak tega pak bilang 'resiko ditanggung sendiri', saya nggak pernah ngeluarin itu kata-kata," tuturnya.
Sebelumnya, Citra Insani selaku ibunda Gonzalo Algazali mengatakan bahwa pelaku yakni Andi Fatmasari Rahman kerap membawa-bawa nama Ahmad Sahroni saat melakukan aksi penipuannya dengan modus penerimaan Akpol.
"Perlu bapak ketahui (AFR) selalu menggunakan nama besar Bapak sebagai tameng melaksanakan penipuannya dan menyakinkan ibu dan keluarga besar saya," ucap Citra lewat unggahannya di TikTok.
Ia pun mengatakan, anaknya yakni Gonzalo Algazali sempat dijanjikan oleh pelaku akan dibawa ke Jakarta untuk bertemu dengan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit lewat Sahroni.
"Menjanjikan untuk bertemu Bapak Kapolri. Dia (AFR) mengatakan ini akses dari Bapak Sahroni, dan selalu mendompleng nama besar Bapak," ungkapnya.















