OJK Catat Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 5,08 Persen Pada Posisi Triwulan III 2024

OJK Catat Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 5,08 Persen Pada Posisi Triwulan III 2024

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan sebesar 5,08 persen pada posisi triwulan III 2024.

Kepala OJK Sulselbar Darwisman dalam pemaparannya mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan berhasil tumbuh lebih tinggi pada posisi triwulan III 2024 sebesar 5,08 persen, jika dibandingkan pada posisi triwulan II 2024.

Bahkan, kata dia pertumbuhan ekonomi Sulsel ini berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional diperiode yang sama sebesar 4,95 persen.

“Allhamdulliah pertumbuhan ekonomi di Sulsel ini sekarang sudah melewati pertumbuhan ekonomi nasional di 4,95 persen,"kata Darwisman kepada awak media di Makassar, Jumat 15 November 2024.

Ia juga berharap agar amomentum tersebut khususnya di triwulan terakhir nanti mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi kita terus berada di level pertumbuhan ekonomi nasional.

Saat ditanya faktor pencapaian pertumbuhan ekonomi Sulsel tersebut, Darwisman katakan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan dipengaruhi dari berbagai sektor.

"Salah satunya pada capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan share tertinggi di sektor pertanian dengan 6,37 persen dengan kontribusi share 20,37 persen," bebernya.

"Kemudian sektor selanjutnya yaitu jasa pendidikan dengan 8,82 persen, namun sharenya masih 5,40 persen," sambungnya.

Adapun, pada sektor perdagangan besar dan kecil kata Darwisman juga memberikan kontribusi pertumbuhan di 5,16 persen, dengan share 16,05 persen.

“Jadi, kita lihat pada sejumlah sektor unggulan ini kalau bisa didorong untuk tumbuh dengan baik maka sangat menopang pertumbuhan ekonomi di Sulsel,”ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi Sulsel juga dipengaruhi oleh indikator-indikator kesejahteraan masyarakat. Misalnya, pada tingkat kemiskinan Sulsel yang posisinya di bawah nasional, dimana nasional sebesar 9,63 persen, sementara Sulsel di level 8,06 persen.

“Namun memang jumlah ini masih memiliki peluang besar untuk dapat kita turunkan seiring dengan penguatan literasi dan akses (inklusi) keuangan yang terus di dorong bersama seluruh stakeholder,”imbuhnya.

Demikian juga pada capaian gini rasio di Sulawesi Selatan yang berada di angka 0,363 persen atau berada dibawah nasional 0,379 persen.
Khusus untuk indeks pembangunan manusia (IPM) Sulawesi Selatan kata Darwisman berada di atas nasional yaitu 74,39 persen, dan Sulawesi Selatan berada di level 74,60 persen.

Dirinya menganggap dengan semakin didorongnya literasi dan inklusi keuangan melalui keterlibatan seluruh pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah akan berdampak kenaikan terhadap IPMnya, rasio dan tingkat kemiskinan maupun penganggurannya.