Cerita Indah Hadir dari Ternate Kota Bersejarah

Cerita Indah Hadir dari Ternate Kota Bersejarah

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini - Sore hari kami terbang dari Makassar menuju Termate. Terlihat dari kabin "burung besi" cuaca kurang bersahabat. Guncangan ringan jelas terasa dari kabin pesawat menuju Provinsi Maluku Utara kota Ternate, namun demikian pada akhirnya pesawatpun mendarat dengan selamat di Ternate, Rabu, 16 April 2025 malam.

Lantas rehat semalam, keesokan harinya pagi-pagi buta melanjutkan perjalanan laut menuju Pelabuhan Semut Mangga dua menuju Sofifi.

Moda transportasi laut menjadi pilihan utama masyarakat kota Ternate saat bepergian ke kabupaten/kota lainnya, mengingat secara geografis Maluku Utara adalah daerah kepulauan. Salah satu transportasi yang paling banyak digunakan adalah speedboat dari Ternate ke kota Sofifi melalui Pelabuhan Armada Semut Mangga Dua Ternate.

Aktivitas pelabuhan yang dikelola oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate ini terlihat ramai setiap harinya, terutama di hari kerja, karena sebagian pegawai Pemerintah/Aparatur Sipil Negara Provinsi Maluku Utara berdomisili di Ternate. Boleh dikatakan, Sofifi sebagai pusat Pemerintahan, sementara Ternate sebagai kota pendidikan, bisnis dan wisata.

Tak heran, apabila kedua pelabuhan tersebut tidak pernah sepi. Sebab Maluku Utara terdiri pulau-pulau yang terpisah laut, olehnya itu moda transportasi laut dan udara menjadi pilihan utama menuju kota Sultan ini.

Selain itu, alasan berlayar menggunakan speedboat dari Ternate ke Sofifi cukup efisiensi waktu yang hanya sekitar 30 menit sampai 1 jam tergantung cuaca setempat.

Cerita Indah Hadir dari Ternate Kota Bersejarah

Setelah tiba di Pelabuhan Semut Mangga dua Ternate, kami membeli tiket speedboat dengan tarif hanya Rp. 63.000 per orang. Tak lama mengantri, kami beserta para masyarakat satu persatu naik speedboat kemudian menyeberang menuju Pelabuhan Sofifi. Ombak laut di pagi hari tak terlalu tinggi sehingga speedboat yang kami tumpangi melaju cukup kencang menerjang riak-riak kecil ombak laut mengantarkan kami bersandar ke pelabuhan Sofifi dengan selamat.

Sepanjang perjalanan dari Pelabuhan Semut Mangga Dua Ternate, menuju pelabuhan Sofifi dan sebaliknya, saya disuguhi keindahan laut Maluku Utara yang sangat luas. Khawatir gawai terjatuh di laut, hanya sesekali saya mengabadikan momen deburan ombak bercampur deru speedboat dengan goncang ringan ombaknya yang menurut saya sangat berkesan, memukau apatah lagi untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Ternate kota Rempah ini.

Lelah belum usai, kami melanjutkan perjalanan darat selama satu sampai dua jam, tergantung kondisi lalu lintas menuju perusahaan tambang Nikel yang beroperasi di Lelilef Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Panorama dari dalam kabin mobil sangat memukau, hamparan hutan dan pegungan membentang indah sejauh mata memandang.

Sesampai di lokasi tambang Nikel, kami segera menuntaskan tugas negara Republik Indonesia. Setelah menuntaskan tugas negara, kami kembali melanjutkan perjalanan darat menuju Pelabuhan Sofifi, dilanjutkan perjalanan laut selama 30 menit sampai satu jam menuju pelabuhan Semut Mangga dua di Ternate, tergantung cuaca setempat pada Sabtu 19 April 2025 pagi hari.