Cerita Indah Hadir dari Ternate Kota Bersejarah

Cerita Indah Hadir dari Ternate Kota Bersejarah

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Setelah menikmati panorama Danau Tolire dengan segala mitosnya. Waktu menunjukkan waktu istirahat sholat dan makan siang, mampir ke mesjid terdekat buat melaksanakan sholat dhuhur, kemudian dilanjutkan perjalanan makan siang, disebuah rumah makan di tepian laut Ternate. Sungguh jamuan siang istimewa Sabtu 19 April 2025, spesialnya ada sajian papeda, begitu cekatan tanganku meramu rebusan daun pepaya, bunga pepaya dicampur masakan jantung pisang dan lalapan lainnya.

Perjalanan melelahkan tersebut lenyap begitu saja, begitu menyantap papeda. Inilah nikmat sesungguhnya, lantas nikmat Tuhan mana lagi yang kalian dustakan.

Akhirnya, senja pun menjelang, membuat suasana kota Ternate mulai sejuk, undangan silaturahim dan santap malam datang dari orang-orang baik, kami berkumpul menghabiskan malam di kota Ternate dari pinggir pantai. Sembari memesan minuman khas Kota Ternate kaya rempah alamiah, yakni air guraka semacam wedang jahe.

Selang kemudian hujan deras membasahi Ternate yang sedari pagi sinar mentarinya begitu menyengat. Udara dingin malam hari, pas lah rasanya meneguk air guraka/jahe bertaburan kacang kenari diatasnya cukup menghangatkan tubuh, plus pisang goreng goroho dan sambal dabu-dabu menjadi teman sepadan pelepas penat jelang bertolak ke Makassar.

Air guraka atau wedang jahe berasal dari Maluku Utara, khususnya daerah Ternate. Minuman ini merupakan tradisi lokal yang sudah turun-temurun dikonsumsi oleh masyarakat.

Air guraka memiliki bahan dasar jahe (guraka dalam bahasa Ternate) yang direbus dan dicampur dengan gula merah, daun pandan, dan kayu manis. Beberapa variasi mungkin menambahkan susu kental atau kacang kenari.

Minuman ini dikenal sebagai penghangat tubuh dan penambah stamina, sering dikonsumsi saat cuaca dingin atau ketika merasa kurang enak badan. Selain itu, air guraka juga memiliki nilai historis karena dulunya merupakan minuman kesukaan sultan dan para pembesar di Ternate.

Keindahan kota Ternate terus memukau saya saat menjelajahi sudut kota, sampai saya menutup hari terakhir di Ternate dengan menikmati malam bersama hujan dengan duduk di warung bersama orang-orang baik sembari meneguk air guraka/jahe dan pisang goroho goreng menghadap laut lepas.

Setiap momen menjadi bagian dari kenangan berharga, kami belajar tentang ketaatan, ketahanan, persahabatan dan keindahan alam Halmahera Tengah dan Ternate yang menakjubkan, kami bertolak ke Makassar dengan kenangan dan pengalaman yang akan kami ingat selamanya.

Citizen Report : Subhan Riyadi