Selama di lokasi tambang nikel kami melakukan pengawasan lapangan mulai pagi hari sampai sore hari, di dampingi rekan dari Kabupaten/kota Weda dan dari Tidore. Medan yang becek, licin dan berlumpur tanah merah tak menyurutkan kami melakukan tugas negara ke lokasi tambang di Desa Lelilef Waibulan, Kelurahan Lelilef Sawai, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara
Tiga hari dirasa cukup, kami bertolak kembali ke Ternate. Seperti biasa, perjalanan darat yang berkelok-kelok ditempuh dalam waktu 1 sampai 2 jam, tergantung kondisi lalu lintasnya.
Sesampainya di Pelabuhan Sofifi, segera kami membeli tiket speedboat menuju pelabuhan Semut Mangga dua Ternate.
Suasana Ternate masih pagi, lantas duduk sejenak melepas penat, sejurus kemudian tibalah mobil jemputan, ternyata kawan seperjuangan salah satu dari senior kami yang sukses di Ternate.
Tak butuh waktu lama, kami diajaknya berkeliling Ternate, salah satunya ke Danau Tolire. Danau ini berupa kubangan batu-batu karst berada dibawah kaki Gunung Gamalama.
Apabila kalian ke Ternate, sempatkan mampir ke istana Kesultanan Ternate dan ke Danau Tolire, sebab lokasi ini adalah salah satu destinasi wisata alam yang populer di Ternate, Maluku Utarara.
Untuk menuju danau yang dikenal karena keindahan alamnya, keunikan air beningnya berwarna hijau, menambah daya pikat tersendiri mata para pengunjungnya. Untuk menuju danau ini caranya sangatlah mudah, asal kalian punya duit sangat pasti menjangkaunya. Dikatakan demikian, lantaran biaya hidup di Ternate jauh lebih mahal dari pada kota-kota besar di Indonesia, seperti Surabaya, Malang, Palembang, Bandung maupun Jakarta.

Danau Tolire
Penasaran sama Danau Tolire, caranya gampang kok, dari Bandara Sultan Babullah Ternate ke Danau Tolire jarak tempuh sekitar 17 kilometer. Waktu tempuh sekitar 30-40 menit menggunakan taksi oline atau rental mobil/motor tergantung cuaca dan lalu lintas. Kalian juga bisa menggunakan bantuan google map.
Danau Tolire diyakini terbentuk akibat aktivitas vulkanik. Pulau Ternate sendiri merupakan bagian dari rangkaian Kepulauan Maluku yang memiliki banyak gunung berapi aktif. Proses terbentuknya danau ini kemungkinan besar terkait dengan letusan vulkanik yang membentuk cekungan atau kaldera, yang kemudian terisi air menjadi danau. Aktivitas geologi ini menciptakan lanskap unik di sekitar Danau Tolire.















