“Kita belajar dari Aceh, Medan, dan Padang bahwa kemanusiaan selalu lebih kuat daripada bencana. Posko ini bukan sekadar bangunan, tetapi ruang untuk saling menguatkan warga, relawan, tenaga kesehatan, dan pemerintah,” tegas Taruna Ikrar.
Layanan konseling trauma dilaksanakan oleh keluarga besar BPOM bersama tenaga profesional, untuk mendampingi warga terdampak khususnya anak-anak dan lansia yang mengalami trauma akibat banjir besar.
Sementara itu, warkop transit menjadi simpul solidaritas dan koordinasi informal yang menjaga semangat kebersamaan serta ketahanan mental para relawan.
Dalam rangkaian kunjungan kemanusiaan di Aceh dan Medan, serta rencana kunjungan ke Padang pada akhir pekan ini, Prof. Taruna Ikrar juga melakukan penanaman pohon sebagai simbol kasih sayang dan kepedulian kemanusiaan.
Di atas tanah yang masih basah oleh banjir, pohon tersebut ditanam sebagai pesan bahwa harapan selalu ada dan kehidupan akan kembali tumbuh "ujar Taruna Ikrar.














