“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi menjadi ajang silaturahmi tahunan untuk mempererat hubungan sesama perantau asal Sulawesi Selatan,” ujar Arsyad yang juga Ketua Umum Markas Besar Laskar Merah Putih ini.
Ia berharap melalui pertemuan tersebut, hubungan kekeluargaan para perantau semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.
“Harapan saya, melalui kegiatan ini hubungan kekeluargaan kita di rantau semakin erat, semakin solid, dan semakin kompak,” tambahnya.
Mengingat Kampung Halaman
PSBM juga menjadi momen emosional bagi para perantau. Banyak dari mereka yang telah lama sukses di luar daerah, namun tetap memiliki ikatan kuat dengan kampung halaman di Sulawesi Selatan.
Melalui pertemuan ini, para saudagar dan tokoh Sulsel kembali berkumpul, berbagi cerita, membangun jaringan usaha, sekaligus membicarakan kontribusi yang bisa diberikan untuk daerah asal.
Perwakilan dari berbagai daerah turut hadir, termasuk dari Kabupaten Enrekang yang mengirimkan peserta dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, sejumlah organisasi kemasyarakatan juga turut membantu pengamanan kegiatan, termasuk Laskar Merah Putih.
“PSBM ini sangat penting. Selain silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum kita untuk kembali ke kampung halaman, mengingat asal-usul kita, dan memperkuat jaringan antar saudagar dan tokoh Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Harapan untuk Perantau Sulsel
Di akhir kegiatan, harapan besar disampaikan agar para perantau Sulawesi Selatan yang telah sukses di berbagai daerah tetap menjaga persaudaraan, memperkuat jaringan, dan terus berkontribusi untuk pembangunan daerah dan bangsa.
“Semoga kita semua, khususnya anak-anak Sulawesi Selatan yang sukses di perantauan, semakin solid, semakin kompak, dan terus berkontribusi untuk daerah dan bangsa,”imbuhnya.















