Rakernas ASITA 2026, Wamen Ni Luh Puspa Dorong Pariwisata Berkualitas dan Berdaya Saing

Rakernas ASITA 2026, Wamen Ni Luh Puspa Dorong Pariwisata Berkualitas dan Berdaya Saing

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar — Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia di tengah berbagai tantangan global yang memengaruhi industri perjalanan dan pariwisata.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) ASITA II Tahun 2026 di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Kamis 7 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa kinerja sektor pariwisata Indonesia pada triwulan pertama 2026 menunjukkan tren positif dan berkelanjutan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga Maret 2026 tumbuh sebesar 8,62 persen dengan total mencapai 3,44 juta kunjungan.

Rakernas ASITA 2026, Wamen Ni Luh Puspa Dorong Pariwisata Berkualitas dan Berdaya Saing
Pembukaan Rakernas II ASITA Tahun 2026 di Four Points by Sheraton Makassar

“Hal ini menunjukkan bahwa di tengah situasi global yang penuh tantangan, sektor pariwisata Indonesia tetap mampu tumbuh secara positif dan resilien,” ujar Ni Luh Puspa.

Selain wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara juga mengalami pertumbuhan sebesar 13,14 persen dengan total mencapai 319,5 juta perjalanan pada periode yang sama.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal optimisme bagi sektor pariwisata nasional meski dunia tengah menghadapi tekanan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak terhadap sektor penerbangan dan kenaikan harga energi global.

Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tercatat mencapai 15,39 juta kunjungan, sementara perjalanan wisata domestik mencapai 1,2 miliar perjalanan atau melampaui target nasional sebesar 1,08 miliar perjalanan.

“Sebagai hasil dari pertumbuhan tersebut, sektor pariwisata berkontribusi sebesar 3,96 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dan mendukung lebih dari 25,91 juta lapangan pekerjaan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pentahelix antara pemerintah, industri, asosiasi, akademisi, media, dan masyarakat.