Ia juga menyoroti terbongkarnya jaringan serupa di Batam oleh Direktorat Jenderal Imigrasi beberapa waktu lalu.
Menurut Meity, kondisi tersebut merupakan alarm serius bagi pemerintah dan aparat keamanan.
“Aktivitas mereka sangat mengancam stabilitas negara. Kok bisa ada orang asing beraktivitas dan berkumpul untuk melakukan kejahatan di negara kita secara rutin, dalam jumlah besar pula. Dalam konteks keamanan negara, realitas ini sangat mengancam,” tegasnya.
Meity menilai keberadaan sindikat asing dalam jumlah besar mengindikasikan adanya keterlibatan oknum dari dalam negeri yang memberikan akses maupun perlindungan.
Karena itu, ia meminta pemerintah tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga membongkar pihak-pihak yang menjadi dalang di balik operasi tersebut.
Selain ancaman keamanan, ia mengingatkan bahwa maraknya kejahatan lintas negara juga dapat memunculkan stigma negatif terhadap Indonesia di mata internasional.
Menurut Ketua IPHI Sulsel ini, Indonesia tidak boleh dianggap sebagai negara yang lemah dalam pengawasan keamanan dan penegakan hukum.
“Sebagai negara yang diperhitungkan di Asia, apalagi Asia Tenggara, Indonesia tak boleh mendapat stigma tersebut. Mereka harus diperangi, termasuk membongkar dalang-dalang dari dalam,” pungkas legislator asal Sulawesi Selatan itu.















