AHY Sebut Kenaikan Tiket Pesawat Tak Terhindarkan Imbas Konflik Timur Tengah

AHY Sebut Kenaikan Tiket Pesawat Tak Terhindarkan Imbas Konflik Timur Tengah

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyebut potensi kenaikan harga tiket pesawat domestik menjadi langkah yang sulit dihindari di tengah meningkatnya tekanan geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY menyusul kebijakan baru Kementerian Perhubungan terkait penyesuaian biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge untuk penerbangan kelas ekonomi domestik.

Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026 yang mulai dapat diterapkan maskapai sejak 13 Mei 2026.

Aturan tersebut memungkinkan maskapai melakukan penyesuaian tarif seiring kenaikan harga bahan bakar avtur di pasar internasional.

AHY mengatakan pemerintah memahami kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kenaikan harga tiket pesawat, terutama menjelang masa libur sekolah dan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang diperkirakan meningkatkan mobilitas perjalanan udara nasional.

“Memang tidak selalu mudah menghadapi dinamika dunia seperti ini, tetapi mudah-mudahan ada perbaikan situasi sehingga kenaikan harga tiket pesawat tidak terlalu memberatkan masyarakat,” ujar AHY, Minggu (17/5/2026) seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, kondisi geopolitik global saat ini masih memberi tekanan terhadap harga energi dunia, termasuk bahan bakar penerbangan yang menjadi komponen utama operasional maskapai.

Ia menegaskan pemerintah harus menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri penerbangan nasional dan kemampuan ekonomi masyarakat. Karena itu, penyesuaian tarif dinilai sebagai langkah yang perlu dilakukan secara hati-hati dan terukur.

“Pemerintah terus membahas berbagai opsi bersama Kementerian Perhubungan agar penyesuaian harga tiket tetap berada dalam batas yang wajar dan terukur,” katanya.

AHY juga menyebut pemerintah terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan guna mencari solusi terbaik menghadapi lonjakan biaya operasional akibat kenaikan harga energi global.