Pemerintah Perkuat Mitigasi Perubahan Iklim
Untuk menjaga produksi dan ketahanan pangan, pemerintah terus menjalankan berbagai program adaptasi terhadap perubahan iklim.
Program tersebut meliputi pembangunan embung, irigasi perpompaan, sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, hingga percepatan program cetak sawah baru.
Optimalisasi lahan rawa juga dinilai mampu meningkatkan indeks pertanaman. Sejumlah lahan yang sebelumnya hanya dapat dipanen satu kali dalam setahun kini bisa ditanami dan dipanen dua hingga tiga kali.
“Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi, insyaallah untuk pangan dalam kondisi aman,” kata Amran.
Prabowo Minta Hilirisasi Pertanian Dipercepat
Selain memastikan ketersediaan pangan, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap percepatan hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan.
Menurut Amran, hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, memperbesar pendapatan petani, memperkuat perekonomian daerah, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Kementerian Pertanian bersama BUMN Pangan saat ini mempercepat pengembangan sejumlah komoditas strategis, antara lain kakao, kopi, jambu mete, kelapa, dan tebu.
Total luas program pengembangan perkebunan rakyat tersebut mencapai sekitar 870 ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.














