Masa Kecil Ganjar Diungkap Ratna Kinasih: Tak Jauh dari Kemiskinan, Susah Makan hingga Sering Pindah

Masa Kecil Ganjar Diungkap Ratna Kinasih: Tak Jauh dari Kemiskinan, Susah Makan hingga Sering Pindah

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sejak di bangku kuliah, calon presiden dari PDIP tersebut memang sangat suka mengikuti berbagai kegiatan dan organisasi salah satunya Mapala. Ganjar bahkan ikut mengajar untuk membantu perekonomian keluarga yang saat itu tengah dilanda kesulitan.

“Sulit sekali memang menepis kesan Ganjar adalah pelayan rakyat,” katanya.

Masa muda Ganjar yang penuh dengan perjuangan hidup membuatnya tahu betul kesulitan masyarakat di sekelilingnya. Hal itulah yang membuat Ganjar tak pernah risih selalu terlihat dekat saat berdialog dengan berbagai kalangan masyarakat saat berkunjung di berbagai daerah.

Ganjar bahkan sudah aktif membuka akses sebesar-besarnya di akun media sosial untuk kritik dan saran dari masyarakat. Ganjar menampung keluh-kesah rakyat dari berbagai saluran komunikasi.

“Ganjar terbiasa dikerubuti rakyat, hal itu sudah jadi makanan sehari-harinya, itulah penyebab Ganjar tak pernah lelah berada di tengah rakyat,” katanya.

“Duduk di tikar yang sama, dan makan makanan lauk yang sama,” imbuh Ratna.

Karena sifatnya tersebut, Ganjar Pranowo menjadi tokoh pemimpin yang tentunya disukai rakyat Indonesia. Tak tanggung-tanggung, dilansir portal berita nasional ternama, Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) merilis survei nasional yang menempatkan Capres dan Cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD , menjadi pasangan favorit Gen Z.

Survei tersebut dilaksanakan pada 16 sampai 21 Desember 2023 di 34 Provinsi di Indonesia.

Metodologi survei dilakukan secara nasional dengan target usia 17 sampai 23 tahun. Jumlah sampel 1.200 respon, margin of error 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pilihan Gen Z Ganjar-Mahfud mendapatkan urutan pertama dengan 34,9 persen. Kemudian, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 33,1 persen. Urutan terakhir yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 26,1 persen. Sementara undecided voters 5,9 persen.