Isra' Mi'raj dan Kepemimpinan

Isra' Mi'raj dan Kepemimpinan

EP
Shamsi Ali
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Insaniat itu adalah ruh kita. Ruh yang menjadi kemanusiaan hakiki kita. Proses pembersihan dan penyuburan ruh itu ditandai dengan pencucian dada Rasulullah SAW.

Dengan pembersihan dan penyiraman ruh itulah manusia menjadi hidup. Dan hanya manusia yang hidup akan mampu membangun kesadaran dan mampu untuk memilih jalan hidup yang baik dan benar.

Hal yang tersimbolkan dengan pilihan Rasulullah dengan minuman yang baik (susu) dan bukan khamar.

Keempat, pergerakan (perjalanan) yang membawa kepada ketinggian dan kemuliaan itu hanya akan terjadi dengan kekuatan ruh yang terbangun melalui koneksi khusus dengan Pencipta langit dan bumi (Allah SWT).

Sehingga digambarkan bawah sebelum terjadinya perjalanan vertikal menuju Bait al-Mamuur, Rasulullah melakukan Sholat bersama para nabi dan Rasul.

Puncak dari semua itu adalah diberikannya Salat 5 waktu sehari semalam sebagai jalan kemuliaan dan kesuksesan.

Salat inilah yang menjadi kunci pertemuan Allah dan seorang Mukmin (Mi’raj al-Mukmin).

Kelima, sesungguhnya tujuan akhir dari Al-Isra’ Mi’raj dengan Sholat sebagai modal utamanya adalah kemenangan dan kepemimpinan.

Kemenangan sejati yang diraih melalui Sholat. Karena Sholat menjadi jalan kemenangan bagi orang-orang beriman (Al-Mukminuun: 1-2).

Tapi salah satu makna terpenting dari kemenangan yang dimaksud adalah ketika kepemimpinan diberikan kepada kita karena semua proses-proses tadi.