Terkini.id, Jakarta - Pengamat politik yang juga Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Burhanuddin Muhtadi ikut heran dengan lonjakan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Di tengah proses penghitungan suara, partai yang dipimpin Kaesang Pangarep tersebut tiba-tiba memperolah lonjakan suara yang tinggi.
Menurut Burhanuddin, ketika perolehan suara masuk sudah besar dan proporsional, seharusnya tidak ada lonjakan suara yang dinamis seperti yang terjadi pada PSI.
"PKB naik turun suaranya, smooth sejak awal. Demikian juga dengan partai-partai lain. Sementara perolehan suara PSI "meledak" hanya dalam beberapa hari terakhir saja.
Biasanya kalau data masuk di Sirekap sudah besar dan proporsional, suara partai-partai tidak akan sedinamis ini," tulis Burhanuddin merespons perbincangan salah satu netizen dengan nama akun Ferry Koto, Sabtu 2 Maret 2023.
Merespons pertanyaan budayawan Goenawan Mohammad, Burhanuddin mengatakan untuk mengecek anomali tersebut pihaknya akan pula membandingkan dengan formulir C1 di TPS yang menjadi sampel hitung cepat (quick count) lembaga survey.
"Untuk mengujinya, kami akan bandingkan formulir C1 di TPS sample quick count kita dengan data KPU yang tersedia di Sirekap," tulisnya.
Pada kesempatan lain, Burhanuddin juga membalas perbincangan politikus PSI Cheryl Tanzil usai menjadi narasumber di saluran televisi membicarakan anomali lonjakan perolehan suara partai tersebut.
Bukan hanya PSI, Burhanuddin juga memberitahu bahwa Partai Gelora pun mengalami kenaikan yang sangat tajam dalam beberapa hari terakhir.
Dan, dia mengimbau agar lebih baik menunggu perhitungan manual KPU saja yang dilakukan berjenjang dari daerah hingga pusat.















