Terkini - Usai membuat keputusan mengirim siswa nakal ke barak Militer, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengungkap kemungkinan mengirim siswa gemulai untuk dibina oleh TNI
Hal itu diungkapkan Dedi Mulyadi saat diwawancara wartawan terkait kemungkinan siswa gemulai juga ikut dikirim ke barak militer.
Dedi Mulyadi pun menyebut hal itu ada kemungkinan lantaran dirinya juga sudah mendapat banyak masukan dari masyarakat terkait hal tersebut.
"Memang ada tuh komentar di media sosial, 'Pak Gubernur anak-anak yang gemulai suruh pendidkan militer biar tegap'. Yah bisa saja," kata Dedi Mulyadi, dikutip dari video unggahan akun Instagram @berit@_gosip, Minggu, 4 Mei 2025.
Kendati demikian, dirinya saat ini lebih fokus dulu untuk membina siswa nakal lewat pendidikan militer.
"Fokus dulu ke ini (siswa nakal) yang bikin resah karena kriminalnya udah pembunuhan," ungkapnya.
Saat ditanyakan terkait pihaknya yang tidak berkonsultasi ke KPAI terkait kebijakannya soal mengirim siswa nakal ke barak militer, Dedi pun menyebut hal itu tidak diperlukan lantaran sekolah sudah memiliki kurikulum sendiri.
Selain itu, kata Dedi, kebijakannya tersebut juga tidak ada masalah dengan aspek perlindungan anak.
"Kan sekolah sudah punya kurikulum masing-masing. Kan ini yang menyerahkan juga kepala sekolahnya, mereka sudah punya kurikulum," ujar Dedi.
"Dari sisi aspek perlindungan anak kan juga tidak ada problem," sambungnya.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi juga menyebut bahwa kebijakannya mengirim siswa untuk mendapat pembinaan dan pendidikan militer itu bukanlah hal baru karena selama ini siswa Paskibaraka juga mendapat pendidikan dan pelatihan dari TNI.
"Gini deh, Paskibra dilatihnya sama siapa? TNI. Terus kemudian kita ada sekolah yang pendidikannya dikelola oleh tentara, Sekolah Taruna Nusantara. Jadi bukan hal baru," ujarnya.















